Business

Sabtu, 22 Oktober 2016

Ternyata Cara Berpikir Dapat Pengaruhi Kesuksesan Anda


Apakah Anda termasuk salah satu orang yang percaya bahwa keterampilan adalah satu-satunya yang akan menentukan kehidupan Anda? Atau Anda percaya bahwa ide dapat muncul dari kegagalan dan kerja keras?


Dilansir dari mydomaine.com, Sabtu (22/10/2016), Carol Dweck, psikolog dari Stanford, menyatakan bahwa kebanyakan orang jatuh pada dua mindset atau cara berpikir, yaitu mindset tetap dan mindset pertumbuhan.

Dalam bukunya yang berjudul The New Psychology of Success, Carol juga menjelaskan bagaimana cara pandang Anda mengambil andil yang besar untuk kehidupan yang akan Anda jalani.
Orang-orang dengan mindset tetap percaya bahwa hal-hal seperti kemampuan mental, karakter, dan keterampilan kreatif tidak dapat diubah, di mana berarti orang-orang ini terus mencari hal-hal lain yang dapat meningkatkan keterampilan yang telah ada pada diri mereka.

Sedangkan, orang-orang dengan mindset pertumbuhan percaya bahwa sifat-sifat dan kekuatan Anda hanya diwariskan di awal, yang berarti memungkinkan pertumbuhan, dan keberhasilan dari kerja keras dan pengalaman.
Hal yang paling penting di sini adalah bahwa orang-orang dengan mindset pertumbuhan melihat kegagalan bukan sebagai konfirmasi kekurangan diri mereka, melainkan sebagai kesempatan untuk mendapatkan hal yang lebih baik.

Carol menjelaskan perbedaan terbesar dari dua mindset di atas adalah satu mindset sangat membutuhkan persetujuan, sedangkan mindset lainnya fokus terhadap gairah untuk terus belajar.
"Saya telah melihat begitu banyak orang melihat tujuan sebagai alat untuk membuktikan diri mereka sendiri, di sekolah, karier, bahkan hubungan asmara. Setiap situasi seakan membutuhkan konfirmasi atas kecerdasan, kepribadian, dan karakter. Setiap situasi seakan mengevaluasi Anda untuk terus bertanya apakah akan sukses atau gagal," papar Carol.

BACA JUGA: 'Berisik' Saat Bercinta, Pria China Diseret dari Kamar Hotel

Sebaliknya, orang-orang dengan mindset pertumbuhan percaya bahwa siapa pun bisa melakukan apa pun.
"Mereka percaya bahwa potensi sesungguhnya dari seseorang tidak dapat diketahui. Bahwa tidak mungkin dapat meramalkan apa yang akan dapat dicapai di masa depan hanya dengan gairah, kerja keras, dan pelatihan," jelas Carol.

0 komentar :

Posting Komentar