Business

Minggu, 22 Mei 2016

Hanya Demi Kekayaan, 4 Saudara Kandung Kakak Beradik Ini Rela Menyewakan Rahimnya


Hanya Demi Kekayaan, 4 Saudara Kandung Kakak Beradik Ini Rela Menyewakan Rahimnya
Bagi setiap wanita, hamil setelah berumah tangga akan menyempurnakan dirinya sebagai istri sejati. Dan dengan kehamilan, kehidupan berrumah tangga akan semakin lengkap dengan adanya buah hati.

Namun kenyataannya, tidak setiap pasangan suami istri diberikan kesempatan untuk memiliki momongan.Maka berbagai langkah alternatif pun akan ditempuh, seperti program bayi tabung atau mengadopsi anak.

Melihat ada dan banyaknya permintaan akan adopsi anak, maka keempat saudara perempuan ini melakukan langkah ekstrem. Mereka menyewakan rahimnya, kepada siapapun yang ingin memiliki anak melalui mereka.

Bagi Hernandez bersaudara, pengangguran bukanlah hal yang menyenangkan. Sebaliknya, mereka juga tidak memiliki pendidikan tinggi dan keahlian lainnya, selain menyewakan rahim bagi pasangan yang ingin memiliki momongan. Apalagi mereka memiliki akses kepada ribuan permintaan anak dari benua Eropa.

Bagi mereka, menyewakan rahim adalah bisnis keluarga, meskipun itu terasa sangat pahit.

'Tetangga menuduh kami menjalankan bisnis perdagangan bayi. Tapi kami semua ibu tunggal menganggur, mengurus masa depan kita sendiri," ucap saudara yang paling tua, yang dikutip dari Mail Online.

Kakak paling tua, Milagros, adalah yang pertama kali menemukan bisnis 'penyewaan rahim' ini pada tahun 2013 dari mulut ke mulut. Keputusan yang diambil keluarga Hernandez ini adalah salah satu yang cukup besar, di mana semua yang tinggal dalam jarak dekat dan ingin uang banyak bisa melakukannya.


Rata-rata untuk satu bayi yang mereka lahirkan, akan dijual seharga £10.000 atau sekitar Rp200 juta. Mereka juga dibebaskan dari semua biaya hidup, artinya akan ditanggung oleh klien selama kehamilan sembilan bulan lamanya.

Mereka berpendapat, jika pilihan pekerjaan ini lebih baik dari pada menjadi pelayan atau pelacur.

Namun bukan hal yang mudah menyerahkan anak yang dikandungnya kepada klien, terlebih mereka juga memiliki ikatan secara langsung dengan bayi yang dikandungnya. Namun kebutuhan berkata lain, dan mereka harus merelakannya.

"Aku mengorbankan tubuh saya sendiri untuk mengamankan masa depan di negara di mana tidak ada yang datang mudah," ucapnya.

0 komentar :

Posting Komentar