Business

Kamis, 23 Juni 2016

Ngeri , Seperti Ini Rentetan Menyeramkan Supri Yang Menghidupkan Kembali Jenazah Ibunda


Ngeri , Seperti Ini Rentetan Menyeramkan Supri Yang Menghidupkan Kembali Jenazah Ibunda
Berawal dari wangsit, Supriyanto (40) bergerak membongkar makam ibunya, Parimah. Selama sebulan, dia melakukan serangkaian ritual untuk menghidupkan jenazah ibunda. Berikut 4 fakta menyeramkan itu:

Tepatnya pada 24 Mei 2016, Supriyanto dengan dibantu 9 orang membongkar makam ibunya yang dikubur di Dusun Ngrancang, Desa Bojonegoro, Kecamatan Kedu, Temanggung, Jawa Tengah, sejak 14 April lalu.


Kemudian Supri menyimpan jenazah ibunya di kamar belakang rumahnya dan masih lengkap dengan kain kafan serta diletakkan di atas tempat tidur kayu beralaskan tikar warna merah. Kondisi jasad Parimah sudah menghitam dan mengeluarkan bau yang menyengat hidung. Untuk menyamarkan aroma itu, Supri meletakkan jasad ibunya di atas plastik transparan lalu menyiramkan minyak wewangian.

Ritual-ritual pun dimulai. Supri dan rekan-rekannya lalu mengucapkan doa-doa dengan harapan agar ibunya bisa hidup lagi. Ritual doa berbahasa Jawa itu digelar di luar kamar, tempat jenazah Parimah disimpan. Tidak ada sesajen yang dipersembahkan dalam ritual itu.

Berikut Kisahnya yang bikin merinding dan ngeri :

1. Mendapatkan Wangsit


Supriyanto (40) mengaku mendapatkan wangsit dan mimpi untuk membongkar makam ibundanya, Parimah, agar bisa dihidupkan lagi yang dikubur sejak 14 April 2016 lalu.

"Dia mengaku mendapat wangsit dan mimpi untuk membongkar makam ibunya agar bisa dihidupkan," kata Kasat Reskrim Temanggung AKP Suharto melalui telepon, Selasa (21/6/2016).

2. Kamar Belakang dan Minyak Wangi


Inilah kondisi kamar belakang yang digunakan supri sebagai penyimpan mayat ibunya yang sudah menghitam dan mulai mengeluarkan bau menyengat.

Jenazah Parimah diletakkan di atas kasur kayu beralaskan tikar berwarna merah. Wajah dan kondisi jasad sendiri sudah berwarna hitam dan mengeluarkan bau tak sedap. Untuk mengakalinya, Supri meletakkan jasad ibunya di atas plastik transparan lalu menyiramkan minyak wewangian.

"Kondisi jasadnya sendiri sudah busuk kurang lebih sudah 70 hari. Makanya dia (Supriyanto) membalurinya pakai minyak wewangian," sambung Suharto.

Polisi masih mendalami kasus ini dan juga mengamankan barang bukti berupa dua cangkul, seutas tali, serta senter.

3. Ritual dan Doa-Doa Dalam Bahasa Jawa


Supriyanto kerap melakukan ritual doa agar jenazah ibunya hidup lagi.

"Ya ritual-ritual ada, mungkin semacam doa-doa dengan harapan agar ibunya bisa hidup lagi," kata Kasat Reskrim Polres Temanggung AKP Suharto, saat dihubungi detikcom, Selasa (21/6/2016) malam.

Namun Suharto menjelaskan, ritual yang dilakukan oleh Supri dan rekan-rekannya tidak menggunakan sesaji apapun. "Mereka cuma berdoa di luar kamar tempat ibunya disimpan. Sesajen enggak ada cuma minyak wewangian untuk menyamarkan aroma jasad ibunya," sambung Suharto

4. Dugaan Aliran Sesat


Suharto menjelaskan, saat melakukan aksinya Supri dibantu oleh 9 orang temannya untuk membongkar makam dan turut melakukan semacam ritual di dalam rumah Supri.

"Kalau aliran sesat belum tahu juga, di Jawa kan ada aliran kejawen mungkin mereka ngikut kepercayaan semacam itu. Soalnya mereka juga melakukan ritual doa-doa dan yang membongkar kuburan juga mereka-meraka juga," jelas Suharto.

Suharto menambahkan, saat ini Supriyanto masih dimintai keterangan di Mapolsek Kedu. Selain itu, 9 orang lainnya yang ikut terlibat juga diamankan untuk dimintai keterangan.

"Kita amankan karena kan mereka juga turut membantu dan turut serta melakukan kejahatan," pungkas Suharto.

Hingga saat ini Supriyanto masih diproses di Mapolsek Kedu. Supriyanto akan dijerat UU 180 KUHP. "Ancaman hukumannya 1 tahun 4 bulan," tandas Suharto.


0 komentar :

Posting Komentar